Term of Reference Kuratorial
Pameran A Decade of Dedication: Ten Years Revisited
Dekade Dedikasi : Mengenang 10 Tahun Selasar Sunaryo Art Space
Pengantar
Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) didirikan oleh Sunaryo sebagai sebuah ruang publik yang terbuka untuk berbagai ekspresi kesenian. Sejak pendiriannya pada tahun 1998, beragam jenis kegiatan telah berlangsung: pameran seni rupa, pementasan seni pertunjukan, konser musik, pemutaran film, lokakarya, diskusi, program anak-anak, pembacaan puisi dan lain sebagainya. Semua itu diselenggarakan dengan tujuan menghadirkan praktik seni sebagai suatu wahana bagi publik untuk memahami berbagai persoalan kebudayaan terkini, dan kehidupan manusia secara lebih luas. Dalam setiap programnya SSAS selalu menyasar berbagai lapisan publik, dengan cara menyajikan bobot dan jenis kegiatan yang beragam.
Selama 10 tahun puluhan praktisi seni telah terlibat dalam berbagai kegiatan di SSAS—penulis, pelukis, pematung, keramikus, pegrafis, musisi, aktor, sutradara, sastrawan, dll.—dari yang muda hingga yang senior, dari Indonesia maupun mancanegara. Karya-karya mereka ditampilkan dalam program-program yang beragam motif dan tujuannya, namun tetap melalui seleksi kuratorial yang ketat yang rinci untuk menghasilkan presentasi terbaik. Sebagian besar program yang terselenggara memberikan ruang dan fokus pada karya-karya seniman muda, atau seniman-seniman yang sebelumnya tidak terekspos dengan baik dalam perbincangan publik. Selama 10 tahun, program-program di SSAS selalu dirancang tiap tahunnya melalui mekanisme kuratorial yang melibatkan usulan dan kesepakatan di antara sejumlah pakar seni budaya.
A Decade of Dedication: Ten Years Revisited adalah pameran yang akan dilaksanakan sebagai bagian rencana program peringatan 10 tahun Selasar Sunaryo Art Space (SSAS, 1998 – 2008). Pameran ini akan menampilkan karya-karya seniman-seniman nasional maupun internasional terpilih yang pernah terlibat dalam program-program SSAS sejak 10 tahun terakhir. Keterlibatan mereka selama ini telah memberikan kontribusi penting, tidak hanya bagi pencapaian visi dan misi SSAS, tapi juga bagi publik yang selama ini menikmati program-program yang terselenggara. Pameran ini juga merupakan bentuk penghargaan dan ucapan terimakasih kepada mereka yang telah memberi corak pada kesenian yang diusung dalam program-program di SSAS selama 10 tahun.
Pameran akan dilaksanakan mulai dari 5 September – 5 Oktober 2008. Pembukaan pameran akan dilakukan bersamaan juga dengan peluncuran buku “ A Decade of Dedication “. Kurasi pameran ini akan dikerjakan oleh Agung Hujatnikajennong dan Albert Yonathan Setyawan. Dalam perancangan mekanisme kuratorial pameran ini, seniman akan diminta untuk merespon suatu topik / tema yang khusus.
Tema:
Memahami kembali apa itu ‘Seni’, Hari ini dan Esok
Kompleksnya perkembangan praktik dan wacana seni sampai saat ini sudah seharusnya memunculkan pertanyaan mengenai makna seni itu sendiri. Pertanyaan itu akan terus relevan untuk diajukan mengingat dari masa ke masa seni terus berkembang, semakin beragam dan tidak pernah statis. Mungkin untuk beberapa orang, mempertanyakan arti seni saat ini dirasa tidak perlu karena dengan semakin marak dan beragamnya praktik yang berlangsung saat ini, maka dapat segera diidentifikasi bahwa praktik itulah jawaban dari pertanyaan tersebut.
Akan tetapi, pertanyaan tentang apa itu seni sesungguhnya akan menjadi semakin penting untuk diperbincangkan kembali terutama jika definisi seni sudah menjadi begitu plural dan beragam. Pertanyaan tersebut bukanlah untuk mencari sebuah pengertian yang tunggal / definitif, melainkan untuk membawa praktik seni dalam sebuah pemahaman yang lebih mendalam, sehingga berbagai perkembangannya dapat ditengarai sebagai refleksi dari suatu pernyataan tentang semangat suatu zaman.
Manusia sekarang hidup dalam sebuah konstruksi realitas yang terpecah-pecah, terkategorisasi, dan terpisah satu sama lain. Dalam situasi ini, sangat sulit bagi kita untuk bisa mengalami realitas tersebut dalam suatu perspektif yang utuh. Hal ini berimbas juga dalam banyak praktik kesenian. Dengan perspektif yang sempit, kebanyakan seniman melihat seni hanya sebagai sebuah arena untuk mengejar kebebasan ekspresi individual. Dalam kondisi ini seniman seolah sedang menjauh dari kesadaran akan keutuhan dengan lingkungan diluar dirinya. Inilah yang menjadi tantangan bagi wacana praktik seni sekarang karena pemaknaan terhadap seni seharusnya tak terpisahkan dari dinamika pengalaman sosial.
Sebagai sebuah ruang seni, SSAS selalu ingin berupaya untuk melihat seni secara lebih luas, sebagai hasil dari dinamika/interaksi pengalaman sosial—yakni, antara seniman dengan dunia internalnya yang esoterik dan spesifik, dengan publik yang menikmati karya-karya mereka sebagai hasil dari eksternalisasi suatu gagasan. Salah satu tujuan dari pameran ini adalah bagaimana melihat keterhubungan gagasan seorang seniman tentang ‘seni’ dengan karya-karya yang diwujudkan, sehingga seni dapat menjadi sebuah praktik yang benar-benar memiliki makna, bukan hanya sekedar sebuah konstruksi visual yang hadir di sebuah ruang khusus seperti galeri, museum atau ruang publik yang lain.
Pameran ini meyakini bahwa saat ini terdapat berbagai definisi tentang seni yang secara spesifik dan berbeda-beda diyakini oleh masing-masing praktisinya. Namun, pameran ini juga menimbang bahwa di tengah wacana dan praktik seni yang akan terus berkembang dan bergerak, penting bagi para seniman untuk tidak hanya larut dan terbawa dalam arus yang sedang berlangsung. Seniman juga seharusnya bisa berperan dalam arahan dan perspektif tentang seni di masa depan. Pameran ini juga hendak melihat bagaimana para seniman dapat menimbang kembali ekspresi seni saat ini dalam keterkaitan dengan berbagai pengalaman manusia yang lebih utuh.
(Agung Hujatnnikajennong & Albert Yonathan Setyawan)
Timeline Persiapan Pameran
Sebagai bagian dari proses kuratorial dalam pameran ini curator akan melakukan wawancara tertulis atau lisan untuk menggali pertanyaan tentang ‘apa itu seni, hari ini dan esok’. Diharapkan setiap seniman dapat memamerkan 1 sampai 2 karya terbaru beserta caption khusus yang memuat pernyataan masing-masing tentang ‘apa itu seni, hari ini dan esok’. Pernyataan dalam caption tersebut akan diambil dari hasil wawancara.
Berikut adalah jadwal yang perlu diperhatikan untuk persiapan materi pameran khususnya untuk materi katalog pameran dan persiapan display karya:
- Draft surat perjanjian kerja sama antara SSAS dan seniman peserta yang sudah di tandatangani oleh pihak seniman harap dikirimkan kembali ke SSAS. Paling lambat diterima oleh pihak SSAS pada tanggal 5 Juli 2008
- Wawancara dengan seniman akan dllakukan mulai 7 Juli 2008 sampai 31 Juli 2008. Mengenai jadwal wawancara dapat disepakati lebih lanjut antara kurator dan seniman
- C.V. seniman, Image dan data karya harap untuk dikirimkan ke SSAS paling lambat tanggal 11 Agustus 2008.
- Pengiriman karya paling lambat diterima oleh pihak SSAS tanggal 26 Agustus 2008.
- Display karya akan dilakukan mulai tangal 27 Agustus 2008. Untuk beberapa karya yang memerlukan perlakuan khusus, display karya akan dilakukan bersama dengan senimannya.
- Untuk informasi dan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi
Anggia Tresna Purnama Sari, Telp: 022-2507939, Fax : 022-2516508
Albert Yonathan Setyawan, Telp: 081809692193 / (022) 2534242
Selasar Sunaryo Art Space
Jln. Bukit Pakar Timur No. 100
Bandung - 40198
West Java - INDONESIA
Ph: +62 22 2507939
Fax: +62 22 2516508
E-mail: selasar@bdg.centrin.net.id
Website: www.selasarsunaryo.com
Open daily 10 am - 17 pm (Closed on Monday and Public Holiday)